selamat datang PENGUSAHA!!....... didalam situs ini sudah ada 8 labels yang anda dapat pelajari, yakni; BIOGRAFI, BUSINESS PLAN, INFO, KATA-KATA MOTIVASI dan INSPIRASI, PELUANG USAHA, PERJALANAN USAHA,STRATEGI PEMASARAN, DAN TIPS USAHA!!, selamat menikmati.................... MAN JADDA WA JADDA!!
Tampilkan postingan dengan label tips usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips usaha. Tampilkan semua postingan

Strategi Kentucky Fried Chicken dalam mempertahankan posisinya sebagai market leader Master

1 komentar



960 Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan pertumbuhan per kapita yang tergolong tinggi merupakan potensi yang sangat besar bagi industri makanan olahan, termasuk fast food. Ketersediaan makanan yang cepat saji (quick service) semakin dibutuhkan sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan yang dinamis. Makin maraknya bisnis restoran kategori fastfood yang menyediakan menu utama ayam goreng dan burger, khususnya yang dikembangkan melalui sistem franchise memacu kondisi persaingan yang semakin ketat. Selain akibat masuknya merek baru, pemain-pemain lama juga terus melakukan perluasan janngan pemasarannya. Apalagi kategori makanan pokok sehari-hari juga menghadapi subtitusi yang kuat dan luas, baik dari menu dan merek.

Kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami krisis semakin mempersulit perusahaan yang bergerak dalam industri restoran fast food franchise untuk dapat bersaing baik melalui produknya, harga, distribusi maupun promosinya. Melemahnya nilai Rupiah menyebabkan kenaikan harga bahan baku dan operasi perusahaan yang memaksa perusahaan untuk menaikkan harga produknya. Dan bagi perusahaan yang memiliki hutang jangka pendek dalam dollar akan mengalami kesulitan pembayaran. Kondisi tersebut diperparah dengan terjadinya gejolak politik yang mengakibatkan kerusuhan dimana-mana.

Hal ini berdampak langsung terhadap industri restoran fastfood franchise, banyak outlet mereka mengalami kerusakan parah bahkan terbakar, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa menutup outletnya. KFC merupakan restoran cepat saji franchise yang hak eksklusif waralabanya dipegang oleh PT.Fast Food Indonesia. KFC menjadi pemimpin pasar restoran cepat saji yang dominan di Indonesia selama 20 tahun sejak tahun 1979. KFC menspesialisasikan pada menu ayam goreng dan memposisikan dirinya sebagai ‘Jagonya ayam’.

Segmen KFC adalah keluarga segala usia dengan pengeluaran diatas Rp.500.000 tiap bulannya dan target fokusnya adalah anak-anak usia 3 s/d 14 tahun. Dalam kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis ini KFC sebagai market leader menerapkan strategi moble defense yaitu strategi pertahanan bergerak Dalam kondisi bertahan dengan cara meningkatkan penjualan dan menekan biaya, KFC tetap melakukan perluasan pada pasar yang potensial sebagai pertahanan ataupun penyerangan dimasa depan. Strategi promosi dan pemasaran diarahkan untuk meningkatkan penjualan dan transaksi seketika itu juga, didukung dengan strategi produk berupa paket-paket hemat serta penetapan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya dan distribusi melalui layanan pesan antar ditingkatkan dengan penambahan armada. Strategi-strategi tersebut dijalankan untuk merealisasikan visi perusahaannya yaitu untuk mempertahankan kepemimpinannya dan agar dikenal sebagai brand yang paling digemari dalam usaha restoran cepat saji di Indonesia. Deskripsi Alternatif : Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan pertumbuhan per kapita yang tergolong tinggi merupakan potensi yang sangat besar bagi industri makanan olahan, termasuk fast food. Ketersediaan makanan yang cepat saji (quick service) semakin dibutuhkan sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan yang dinamis. Makin maraknya bisnis restoran kategori fastfood yang menyediakan menu utama ayam goreng dan burger, khususnya yang dikembangkan melalui sistem franchise memacu kondisi persaingan yang semakin ketat. Selain akibat masuknya merek baru, pemain-pemain lama juga terus melakukan perluasan janngan pemasarannya. Apalagi kategori makanan pokok sehari-hari juga menghadapi subtitusi yang kuat dan luas, baik dari menu dan merek. Kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami krisis semakin mempersulit perusahaan yang bergerak dalam industri restoran fast food franchise untuk dapat bersaing baik melalui produknya, harga, distribusi maupun promosinya. Melemahnya nilai Rupiah menyebabkan kenaikan harga bahan baku dan operasi perusahaan yang memaksa perusahaan untuk menaikkan harga produknya.

Dan bagi perusahaan yang memiliki hutang jangka pendek dalam dollar akan mengalami kesulitan pembayaran. Kondisi tersebut diperparah dengan terjadinya gejolak politik yang mengakibatkan kerusuhan dimana-mana. Hal ini berdampak langsung terhadap industri restoran fastfood franchise, banyak outlet mereka mengalami kerusakan parah bahkan terbakar, tidak sedikit perusahaan yang terpaksa menutup outletnya. KFC merupakan restoran cepat saji franchise yang hak eksklusif waralabanya dipegang oleh PT.Fast Food Indonesia. KFC menjadi pemimpin pasar restoran cepat saji yang dominan di Indonesia selama 20 tahun sejak tahun 1979. KFC menspesialisasikan pada menu ayam goreng dan memposisikan dirinya sebagai ‘Jagonya ayam’. Segmen KFC adalah keluarga segala usia dengan pengeluaran diatas Rp.500.000 tiap bulannya dan target fokusnya adalah anak-anak usia 3 s/d 14 tahun.

Dalam kondisi perekonomian yang sedang mengalami krisis ini KFC sebagai market leader menerapkan strategi moble defense yaitu strategi pertahanan bergerak Dalam kondisi bertahan dengan cara meningkatkan penjualan dan menekan biaya, KFC tetap melakukan perluasan pada pasar yang potensial sebagai pertahanan ataupun penyerangan dimasa depan. Strategi promosi dan pemasaran diarahkan untuk meningkatkan penjualan dan transaksi seketika itu juga, didukung dengan strategi produk berupa paket-paket hemat serta penetapan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya dan distribusi melalui layanan pesan antar ditingkatkan dengan penambahan armada. Strategi-strategi tersebut dijalankan untuk merealisasikan visi perusahaannya yaitu untuk mempertahankan kepemimpinannya dan agar dikenal sebagai brand yang paling digemari dalam usaha restoran cepat saji di Indonesia.

Baca Selengkapnya »

Strategi pemasaran Alfamart!

0 komentar


Strategi pemasaran Alfamart memang layak mendapat ajungan jempol. Mereka berhasil memenangkan hati pelanggannya lewat dukungan TI dan penerapan strategi experiential marketing.

Persaingan yang ketat di minimarket, membuat Alfamart harus memutar otak. Maklum saja, dalam jarak yang tak berjauhan pasti ada minimarket kompetitor yang siap menghadang. Apalagi, mulai dari segmen hingga tata ruangnya pun tidak jauh berbeda karena lingkup bidang usahanya memang sama. Salah satu yang bisa membedakan hanyalah fasilitas, servis, dan pelayanan kepada konsumen.



Faktor inilah yang melandasi Alfamart untuk tampil beda. Contohnya pada Kartu AKU (Alfamart-ku). “Dengan adanya Kartu AKU, Alfamart mencoba memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya. Bagi anggota pelanggan yang telah memiliki kartu AKU bisa memanfaatkan keuntungan-keuntungan berbelanja di Alfamart,” kata Velina Yulianti, Marketing & Business Development Director, PT Sumber Alfaria Trijaya.

PT Sumber Alfaria Trijaya, selaku pemegang brand Alfamart, merupakan perusahaan nasional yang bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa eceran yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari. Perusahaan ritel yang berdiri pada 22 Juni 1999 ini membidik target konsumen dari kelompok middle-class (SES B & C).

Kartu AKU adalah kartu anggota yang diberikan jika pelanggan telah memenuhi ketentuan yang disyaratkan Alfamart. Benefit yang diperoleh pelanggan dari kartu ini antara lain: HematKu, berupa potongan harga hemat atau bonus produk tertentu; SpesialKu, berupa program penjualan produk ekslusif dengan harga spesial; dan HadiahKu, berupa program hadiah langsung atau undian. Pemilik kartu ini juga bisa mendaftar ke website Alfamart untuk memeriksakan jumlah poinnya.

Dijelaskan Velina, adanya program Kartu AKU merupakan efek dari penerapan teknonogi informasi (TI) yang dilakukan tim Alfamart. Keuntungan dari pemanfaatan TI tersebut pun sangat signifikan, khususnya pada sistem marketing. “Program membership dalam bentuk Kartu AKU telah dapat memanfaatkan data mining yang ada untuk lebih memberikan layanan yang sifatnya one-to-one marketing,” lanjutnya. Dengan demikian, konsumen pun bisa merasakan adanya sentuhan personal dari Alfamart.

Contoh implementasinya, sebelum pelanggan bertransaksi, kasir pasti akan menanyakan Kartu AKU dan menawarkan produk-produk tertentu sebagai promosi. Lewat cara itu, diharapkan akan tercipta memorable experience dalam benak pelanggan. “Ini adalah gimmick yang khas di Alfamart,” klaimnya.

Alfamart juga gencar menerapkan experiential marketing yang bertujuan untuk menimbulkan pengalaman dan sensasi dari konsumennya. Bukti nyata yang telah mereka lakukan adalah program sales promotion dengan tema “Kejutan Belanja Gratis”. Dalam program ini, konsumen yang berbelanja dengan nominal tertentu dan beruntung, akan mendapatkan kejutan hadiah uang pada saat transaksi.

Selain itu, ada pula pemberian kue ulang tahun bagi member Kartu AKU yang berulang tahun. “Meski bujetnya tidak terlalu besar, tetapi impaknya bagi konsumen sangat terasa. Konsumen yang mendapat kejutan ini, biasanya surprised. Selanjutnya, konsumen tersebut akan semangat belanja di Alfamart serta memosisikan dirinya sebagai ‘volunteer’ untuk mempromosikan Alfamart dari mulut ke mulut,” ungkap Velina panjang lebar.

Wajar saja jika slogan “Belanja puas, harga pas” begitu melekat di benak jutaan pelanggan mereka. Program yang ditawarkan merujuk pada benefit yang akan didapat pelanggan itu sendiri. Dijelaskannya, kesuksesaan Alfamart juga didukung hasil pengumpulan data informasi dari secondary data dan primary data. “Melalui metode FGD (Focus Group Discussion), kami mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif,” imbuhnya.

Segudang prestasi pun telah ditorehkan Alfamart. Antara lain Best Brand Equity Gainer Award 2006; Golden Franchise Award 2006, ISO 9001:2000; MURI Award; Hot Brand in 2007; Top Brand 2008; dan Indonesia Best Brand Award 2008. Belum lagi competitive advantage, bahwa Alfamart merupakan satu-satunya minimarket yang memiliki program membership; peraih Store Equity Index tertinggi di antara seluruh format ritel; serta Alfamart sebagai payment point—hasil kerja sama dengan FIF.

Alfamart juga memiliki program CSR (Corporate Social Responsibility) yang terorganisir dalam wadah “Alfamart Care”. Kegiatan CSR tersebut dijalankandengan melakukan pendekatan ke pihak sekolah, lembaga keagamaan, lembaga sosial, maupun instansi pemerintahan. Untuk mengomunikasikan program CSR tersebut kepada konsumen, mereka memasang poster serta menempatkan flyers di seluruh jaringan Alfamart.
Kegiatan sosial Alfamart terdiri dari bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, kebersihan dan keindahan lingkungan, dan bencana lokal atau nasional. “Ke depan dalam rangka CSR di bidang lingkungan, Alfamart akan mengganti kantung plastik dengan kantung yang mudah didaur ulang. Ini bertujuan untuk mendukung kampanye global warming,” ucap Velina.

Ia menegaskan, Alfamart tak hanya memfokuskan diri untuk memenangkan hati pelanggan, tapi juga memenangkan hati masyarakat di seluruh Indonesia melalui program-programnya. Pantas saja, berkat keberhasilan strategi pemasaran mereka, Alfamart berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus di ajang Marketing Award 2008, yaitu: “The Best IT in Marketing”, “The Best in Experiential Marketing”, dan “The Best in Social Marketing”. Luar biasa!

Fisamawati
Majalah MARKETING
Baca Selengkapnya »

Karakteristik Menjadi Pengusaha Sukses

0 komentar



1. Kemampuan untuk mengembangkan fokus yang jelas.
Anda harus tahu betul apa yang membuat usaha Anda berbeda dari para pesaing. Kembangkan sebuah visi dan laksanakan, jangan beralih dari satu ide ke ide yang lain. Banyak pengusaha gagal karena mereka merasa bahwa ide baru yang mereka temukan lebih menarik daripada yang mereka jalankan sekarang.

2. Harapan yang realistis.
Jika Anda melakukan diet dan berharap bisa menurunkan berat badan lima kilo pe rminggu, Anda pasti akan kecewa dan menyerah. Jika tujuan Anda lebih realistis, kemungkinan besar Anda akan tetap berpegang padanya dan berhasil. Sangat jarang ada orang yang “kaya mendadak”.

3. Kemauan untuk membuat rencana.
Para pengusaha paling sukses adalah orang-orang yang memiliki tujuan dan rencana yang jelas untuk meraihnya. Mereka mempelajari pasar, persaingan, dan mekanismenya, serta bersedia mempelajari sungguh-sungguh semua kendala yang mungkin akan dihadapi.

Baca Selengkapnya »

Nasehat Warren Buffet Untuk Pengusaha Muda

0 komentar


Tulisan berikut merupakan rangkuman 1 jam wawancara dengan, Investor Legendaris nomor satu di dunia di CNBC. Warren Buffet saat ini adalah orang terkaya nomor satu di dunia versi majalah Forbes tahun 2008, dengan aset pribadi sebesar $ 62 milyar (setara 619 triliun rupiah).

Buffet sekaligus filantrop / dermawan nomor satu dunia yang telah menyumbangkan lebih dari $ 31 milyar (sekitar Rp. 300 triliun!!!) dana pribadinya untuk sumbangan-sumbangan.

Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik:

  1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun, dan ia sangat menyesal memulai investasi saham di usia yang terlambat
  2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran
  3. Dia tetap hidup sederhana dengan gaya hidup yang tidak berubah, memiliki rumah dengan 3 kamar tidur kecil di kota kecil Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu, Rumahnya tidak memiliki pagar.
  4. Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun bodyguard di dekatnya
  5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia
  6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan. Ia hanya menulis 1 surat setiap tahun ke CEO perusahaan2nya tersebut, memberikan mereka tujuan bisnis yang harus dicapai setiap tahunnya. Ia tidak pernah mengadakan meeting atau menelepon CEO2 tersebut, ia hanya memberikan 2 buah peraturan: 1) Rule number 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham; 2) Rule number 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1
  7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya. Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn, dan menonton TV
  8. Bill Gates, mantan orang terkaya di dunia, tidak pernah berminat untuk menemui Buffet karena tidak melihat adanya kesamaan yang mereka miliki, namun 5 tahun yang lalu Bill mencoba membuat agenda untuk bertemu dengan Buffet hanya selama 30 menit. Namun meeting tersebut justru berlangsung selama 10 jam, Bill berbincang-bincang lama sekali dengan Buffet.
  9. Buffet tidak pernah membawa hanphone, maupun PC/laptop di mejanya,

Nasehatnya untuk Anak Muda:

Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

  1. Uang tidak menciptakan manusia. Namun manusia bisa menciptakan UANG
  2. Jalani kehidupan Anda sesederhana diri Anda sendiri. Yang penting diri Anda NYAMAN
  3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, namun lakukanlah hanya apa yang membuat Anda merasa nyaman (feel good)
  4. Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuat Anda merasa nyaman.
  5. Jangan menghabiskan uang Anda untuk barang-barang yang tidak penting. Gunakanlah uang Anda secara bijaksana untuk kebutuhan yang memang benar-benar Anda perlukan.
  6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupan Anda. Hidup ini hanya sekali. Mengapa Anda harus memberikan orang lain kesempatan untuk mengatur hidup Anda?. Hiduplah dengan gaya Anda sendiri, yang penting Anda senang, Anda puas, Anda nyaman, & Anda bahagia.

VERSI INGGRIS

There was a one hour interview on CNBC with Warren Buffet, the richest man who has donated $31 billion to charity.

Here are some very interesting aspects of his life:

  1. He bought his first share of stock at age 11 and he now regrets that he started too late!
  2. He bought a small farm at age 14 with savings from delivering newspapers.
  3. He still lives in the same, small 3-bedroom house in midtown Omaha that he bought after he got married 50 years ago. He says that he has everything he needs in that house. His house does not have a wall or a fence.
  4. He drives his own car everywhere and does not have a driver or security people around him.
  5. He never travels by private jet, although he owns the world’s largest private jet company.
  6. His company, Berkshire Hathaway, owns 63 companies. He writes only one letter each year to the CEOs of these companies, giving them goals for the year. He never holds meetings or calls them on a regular basis. He has given his CEO’s only two rules. 1) Rule number 1: Do not lose any of your shareholder’s money; 2) Rule number 2: Do not forget rule number 1.
  7. He does not socialize with the high society crowd. His pastime after he gets home is to make himself some popcorn and watch television.
  8. Bill Gates, the world’s richest man, met him for the first time only 5 years ago. Bill Gates did not think he had anything in common with Warren Buffet. So, he had scheduled his meeting only for half hour. But when Gates met him, the meeting lasted for ten hours and Bill Gates became a devotee of Warren Buffet.
  9. Warren Buffet does not carry a cell phone, nor has a computer on his desk.

His advice to young entrepreneurs:
Stay away from credit cards and invest in yourself and remember:

  1. Money doesn’t create man, but it is the man who created money.
  2. Live your life as simple as you are.
  3. Don’t do what others say. Just listen to them, but do what makes you feel good.
  4. Don’t go on brand name. Wear those things in which you feel comfortable.
  5. Don’t waste your money on unnecessary things. Spend on those who really are in need.
  6. After all, it’s your life. Why give others the chance to rule your life?

Sumber: http://www.fjbku.com

Baca Selengkapnya »

Bisni dadakan Akhir Tahun?!!

0 komentar


..Momen di penghujung tahun memang selalu menjadi saat-saat yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Bukan saja karena momen pergantian tahun yang mampu menyedot perhatian seluruh penghuni jagad raya, namun juga beberapa momen spesial seperti Natal dan liburan akhir tahun.

Momentum seperti itu kalau dapat disiati dengan jeli, ternyata bisa mendatangkan uang. Seperti halnya momen Hari Raya Lebaran, dimana banyak bermunculan pengusaha “dadakan”, seperti pengusaha kue kering, parsel dan lain sebagainya, di momen akhir tahun Anda pun bisa melakukan hal yang serupa.

Selain bisa menambah pundi-pundi uang, Anda pun bisa memanfaatkannya sebagai wadah untuk memulai investasi kecil-kecilan. Selain Anda dapat menuangkan kreatifitas yang Anda miliki dalam berbisnis sesuai dengan keahlian yang Anda miliki, keuntungan yang didapat lumayan menggiurkan.

Kalau pun Anda hanya ingin menjadi pedagang atau pengusaha “musiman” sebaiknya pilih jenis usaha sesuai dengan tema atau momen yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Karena bulan Desember identik dengan Natal dan perayaan pergantian tahun, maka ada beberapa pilihan usaha yang bisa Anda pilih, seperti Parsel, kue kering/basah, pohon dan ornamen Natal, kartu ucapan, atau pernak-pernik akhir tahun, seperti terompet.

Namun meskipun demikian, penentuan jenis usaha juga harus dibarengi dengan permodalan yang cukup dan target pasar yang tepat. Tidak hanya itu, persaingan dalam bisnis “musiman” seperti ini cukup banyak, jadi dalam hal kreativitas sangat dibutuhkan, agar produk Anda bisa ikut bersaing di pasaran.

Sementara itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kegigihan dalam menjalankan roda usaha Anda. Meskipun ini kali pertama Anda ikut meramaikan bursa pasar akhir tahun, namun Anda pun bisa ikut bersaing secara sehat dengan para pelaku usaha lainnya.

sumber : (Dee) www.hanyawanita.com

Baca Selengkapnya »

Peluang Niche Market!

0 komentar



>>>>>>Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan bisnis/usaha kita ialah dengan menggarap niche market atau ceruk-ceruk pasar khusus. Menggarap ceruk pasar khusus (niche marketing) ini juga merupakan salah satu cara yang terbukti cukup ampuh bagi para entrepreneur pemula agar bisa survive dalam merintis bisnisnya. Sesuai namanya, niche market memang bukan pasar yang massal yang populasinya sangat luas. Namun niche market ini ceruk yang lebih spesial dan bisa digarap lebih dalam. Selain itu target pasarnya lebih jelas dan karakteristiknya lebih homogen sehingga memudahkan kita dalam melayani sektor ini. Kalau kita cukup jeli sebenarnya di setiap segmen pasar selalu ada niche market yang bisa dikembangkan dan digarap, hanya saja kita ini sering tidak menyadarinya bahwa ternyata ceruk itu ada, sangat potensial dan bisa digarap jadi duit. Kita baru tersentak setelah ada pelaku bisnis lain yang sukses menekuni di ceruk pasar itu. Sebenarnya di Indonesia banyak sekali contoh2 pelaku bisnis dan entrepreneur yang survive berkat kejeliannya mengembangkan niche market (ceruk-ceruk pasar khusus) seperti itu. Di bisnis riset pemasaran misalnya, kita tahu bahwa yang menjadi pemain terbesar alias kakapnya adalah AC Nielsen, perusahaan asing yang juga kondang dengan rating acara2 televisi. Namun jangan salah, beberapa perusahaan riset pemasaran lokal juga sukses dan membesar karena kejeliannya mengembangkan strategi niche marketing. Mungkin sudah ada yg familier dengan nama Frontier Markating Research, dia sangat kuat untuk riset pemasaran di industri consumer good. Lalu perusahaan riset MARS, sangat kuat di klien-klien perbankan. Yang jelas niche market ini bisa dicari dan dikembangkan di tiap industri, hanya saja memang kita harus jeli dan realistik. Banyak enterepreneur yang sukses dan bertahan lama di bisnisnya karena strategi ini. Sudah banyak yang membuktikan bahwa dengan membidik ceruk-ceruk khusus itu ternyata bisa ‘hidup’, survive, secara berkelanjutan. Ada relasi saya yang kerjanya ‘hanya’ mensuplai tanaman hias dan vas bunga untuk beberapa lembaga asing, sampai sekarang bisnis dia hanya itu namun terus eksis. Nampaknya itu kecil, padahal hasil ekspor itu sangat lumayan, bisa menghidupi lebih dari cukup. Ada juga relasi saya yang lain yang orang tuanya menjadi supplier papan kayu ke tiga perusahaan Jepang sampai turun-temurun. Yang saya heran, meski hanya mensuplai papan kayu ke tiga perusahaan, namun omset tahunannya diatas Rp 30 miliar. Ia telaten melayani niche marketnya. Bagi anda yang sudah baca buku “10 PENGUSAHA YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI 0″ disusun Sudarmadi terbitan Gramedia, disana juga ada contoh tiga pengusaha yang sukses membangun bisnisnya dengan mengandalkan strategi niche marketing di awal perintisannya. Yaitu Winita Kusnandar, pengusaha wanita yang juga pemilik perusahaan konsultan hukum (law firm). Ketika beliau merintis usaha law firm, beliau tidak langsung menyasarkan jasa hukumnya bagi semua target market(publik), namun ke perusahaan-perusaha an asing di Indonesia terutama perusahaan pertambangan. Lalu Pak Budianto Darmastono yang menekuni bisnis kurir, beliau tidak serta merta menyasarkan bisnis kurirnya sebagai kurir untuk umum seperti PT Pos, TNT, DHL, TIKI, FedEX dll. Namun kurir khusus untuk pengantaran billing kartu kredit. Dan beliau sukses sehingga kini sudah punya karyawan lebih dari 2.000 orang. Lalu, Pak Ronny Lukito pengusaha tas dari PT Eksonindo juga tak melupakan strategi niche marketing ini dengan memasarkan tas merek Eiger khusus untuk kalangan petualang/outdoor/ streetgear, dan saya kira tak usah dijelaskan Eiger termasuk merek tas terpopuler di Indonesia saat ini. Jadi beliau2 itu survive dan sukses karena jeli dan mengembangkan niche market. Disini pesan utamanya, kalau kita hendak mengembangkan bisnis, kita tak perlu serakah dan bernafsu untuk melayani semua segmen pasar sekaligus. Nggak usah kemaruk. Apalagi saat perintisan. Selain sulit mengarahkan strategi kita, menggarap pasar yang massal itu biasanya persaingannya lebih ketat karena umumnya pasarnya sudah diketahui khalayak umum. Lebih baik memulai mengembangkan ceruk2 khusus (niche market) yang potensial dan dekat dengan kita, dan yang kita sudah punya pengetahuan dan kompetensi untuk melayani pasar itu. Dengan cara itu target market kita menjadi lebih jelas dan otomotis lebih mudah mengarahkan bidikan termasuk program promosi. Tentu, kalau kita sudah punya basis pasar yang kuat di niche market, bolehlah kita mulai melirik pasar yang lebih besar. Jadi, cobalah memulai mengembangkan niche market di dekat kita, siapa tahu ceruk itu menjadi jembatan sukses yang tak terbayangkan sebelumnya.

www.antonhuang.com

Baca Selengkapnya »

Memulai Bisnis (tips sederhana)!!

0 komentar




Memulai bisnis memang seperti memulai mencari jodoh, gampang-gampang susah. Kalo terlalu nekad, gampang ditolak, kalo terlalu banyak mikir, keburu disambar orang. Dalam bisnispun, terlalu nekad, gampang bangkrutnya, kalo terlalu banyak mikir, keburu hilang momen di depan mata. Sudah banyak buku-buku maupun artikel tentang bisnis ditulis orang, namun tetap saja seleksi alam berlaku. Dari 1000 pembaca, mungkin hanya 1-5% yang berhasil. Terlalu banyak teori juga memusingkan dan justru malah menghambat niat berbisnis kita. Namun jangan patah arang, kalau masih gagal, cobalah tips-tips untuk memulai bisnis yang sederhana berikut ini, semoga bermanfaat.

1. Perhatikan kebutuhan di sekitar kita

Secara umum, bisnis selalu berawal dari kebutuhan. Perhatikan apa yang dibutuhkan orang di sekitar kita, baik berupa barang maupun jasa. Contoh sederhana adalah bila tempat kerja kita di lantai 6, sementara untuk ke fotokopi terdekat jauh dan harus ke luar gedung. Berarti ada kebutuhan mesin fotokopi di lantai tersebut. Atau misalnya di kantor butuh drafter, sementara untuk di outsource ke perusahaan lain cukup mahal biayanya.

2. Cari sumberdaya dan modal

Setelah menemukan kebutuhan tersebut, mulailah berburu sumberdaya yang diperlukan, baik barang maupun jasa. Misalnya seperti contoh di atas, mesin fotokopi untuk barang, dan tenaga drafter lepasan atau diri kita sendiri bila mampu untuk jasa. Untuk pengadaan barang, memang membutuhkan modal uang yang cukup. Tapi untuk jasa tidak terlalu membutuhkan modal uang, tetapi modal kepercayaan karena telah mempunyai portfolio di bidang itu, sambil nyambi. Modal uang dapat dicari melalui pinjaman bank, teman2, orang tua, dan sebagainya yang memercayai kita, sementara modal barang dapat dipinjam atau diambil melalui metode konsinyasi apabila sudah dikenal. Kalo memang tidak ada modal uang sama sekali, buatlah usaha dalam bentuk jasa karena relatif aman dan cukup dengan modal barang yang kita miliki, misalnya komputer dan/atau printer. Setelah itu cari lokasi yang strategis, dalam arti dapat dilihat orang banyak dan dijangkau dari berbagai penjuru.

3. Berani Malu

Kendala paling besar dalam memulai berbisnis adalah memasarkan produk atau jasa yang kita miliki. Rasa takut atau gak PD menyebabkan kita selalu menunda untuk memasarkannya. Padahal kunci sukses suatu bisnis adalah pemasaran. Oleh karena itu setelah mempersiapkan sumberdaya, beranikan diri untuk menawarkan produk atau jasa yang kita miliki, dengan kata lain berani menanggung malu apabila tidak ada yang memerhatikan atau malah mencemoohkan kita. Kuncinya satu: konsisten dengan apa yang kita tawarkan, dan buktikan bahwa apa yang kita pasarkan itu benar dan dibutuhkan. Seperti mencari jodoh, kalau hanya pendekatan tetapi tidak berani ‘menyatakan cinta’, mana mungkin bisa nyantol. Sudah menyatakan saja kadang-kadang ditolak. Oleh karena itu keteguhan dan pembuktian cintalah yang mampu meluluhkan hati calon pasangan kita. Begitu pula dalam berbisnis, keteguhan dan pembuktian barang atau jasa yang kita jual akan meluluhkan calon pembeli barang atau pengguna jasa kita.

4. Tanam Kepercayaan

Berikanlah kepercayaan pada pelanggan yang telah menggunakan barang yang kita jual atau jasa kita. Sama halnya dengan calon pasangan kita, tanamkan kepercayaan bahwa kita layak menjadi pasangannya.

sumber : http://tipsntrik.info

Baca Selengkapnya »