selamat datang PENGUSAHA!!....... didalam situs ini sudah ada 8 labels yang anda dapat pelajari, yakni; BIOGRAFI, BUSINESS PLAN, INFO, KATA-KATA MOTIVASI dan INSPIRASI, PELUANG USAHA, PERJALANAN USAHA,STRATEGI PEMASARAN, DAN TIPS USAHA!!, selamat menikmati.................... MAN JADDA WA JADDA!!

ARIEF SAFARI


Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail


sucofindo_web.jpgKetika Presiden Soeharto lengser pada Mei 1998, kado istimewa justru diterima Arief Safari. MBA lulusan Tennessee State University, AS ini mendapat kepercayaan menjadi orang nomor satu di PT Prima Inti Mutu Andalan (PIMA) -- anak perusahaan Sucofindo.

Boleh jadi, inilah awal tonggak bagi karier kelahiran Cirebon, 26 Juni 1963 ini. Pasalnya, ia baru dua tahun bergabung dengan perusahaan di bawah naungan BUMN itu. "Sebelumnya, saya diberi kepercayaan oleh manajemen membentuk Project Management Unit (PMU), yang tugasnya membuat sertifikasi peningkatan manajemen mutu untuk perusahaan kecil dan menengah yang mengarah ke ISO 9000," tutur Arief yang mengawali karier di Sucofindo sebagai Kepala PMU, 1995.

Penugasan itu dianggapnya tantangan. Ia lantas menorehkan prestasi karena berhasil merumuskan formula sertifikasi yang kemudian menjadi SK Menperindag untuk skala nasional. "Desain tersebut saya buat bersama tim," ujarnya merendah. Toh, keberhasilan itu t ak membuatnya berhenti berkarya. Pertengahan 1998, ia menggagas perubahan nama yang mengiringi reposisi bisnis yang dilakukan PIMA

Pujangga Inggris William Shakespeare boleh saja menafikan pentingnya nama. "What's in a name," gumamnya. Ya, "Apalah arti sebuah nama?" Namun, bagi Arief, nama -- apalagi bagi perusahaan yang tengah mereposisi bisnisnya -- menjadi kebutuhan untuk memperjel as identitas.

Ide itulah yang menggerakkannya mengubah PIMA menjadi PT Sucofindo Prima Internasional Konsultan atau Sprint Consultant (SC). Bagi alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor ini, alasan perubahan nama tersebut sangat sederhana. "Tanpa dijelaskan, orang sudah tahu bahwa Sprint Consultant adalah anak perusahaan Sucofindo," katanya. Nama Sucofindo, menurutnya, menjadi jaminan karena sudah menjadi brand equity yang cukup kuat. "Kami juga akan lebih mudah mendapatkan awareness masyarakat," ungkap penikmat musik jaz dan pop yang piawai bermain gitar ini.

Mengubah nama, apalagi dibarengi perubahan konsep, tentu bukan perkara gampang. "Banyak dari direksi dan pemegang saham yang complain dengan perubahan nama itu. Setelah saya jelaskan, mereka pun memahami bahkan mendukung keputusan perubahan tersebut," cer itanya. Setelah perubahan nama disetujui, bukan berarti tugasnya selesai. Ia pun menggulirkan transformasi bisnis dengan masuknya SC ke bisnis konsultasi manajemen yang melayani empat bidang jasa: konsultasi mutu, pendidikan dan pelatihan, konsultasi ling kungan serta konsultasi investasi. Sebelumnya, PIMA hanya menangani ISO.

Sebagai komandan SC, tentu ia dituntut bisa mengantarkan perusahaan itu ambil bagian di kancah pergulatan bisnis konsultasi manajemen yang masih didominasi perusahaan-perusahaan konsultan asing papan atas. "Visi kami SC bisa bicara di tingkat internasiona l," tandas Presiden Direktur SC ini. Ia memang tak sedang menggantungkan mimpi. Kalkulasinya, terapresiasinya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah justru membuka peluang jasa konsultan dalam negeri ikut ambil bagian. "Peluang ini ingin kami jadikan sebagai momentum kebangkitan Sprint," tandas Arief yang menargetkan SC bisa merambah negara-negara Asia pada pertengahan 2010.

Terlahir sebagai sulung dari tiga bersaudara, mantan Manajer Pemasaran PT Altron -- milik Grup Salim -- ini memang mengaku selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi perusahaan. "Awalnya, teman-teman menganggap angan-angan saya terlalu tinggi," katanya. Ia tak mau dinilai sekadar jual kecap alias omong besar. Ia genjot kinerja dan performa SC yang kini memiliki 119 klien untuk ISO 9000 -- di antaranya Indosat, Jasindo, USI IBM, Bank Niaga dan Carvil. Ketika belum berganti nama, timnya mampu memberikan return dividen sampai 30% dari tahun sebelumnya (1996). Tahun lalu, menurut Arief, SC berhasil mencatatkan kenaikan return dividen 40%. SC juga mampu meraih omset sebesar Rp 248 miliar. Ia optimistis, target tahun ini sebesar Rp 275 miliar bisa terpenuhi. "Kami juga telah berhasil meraih sertifikasi ISO 901 dari Quality Assurance Services Australia," papar mantan Export Services Section Head PT Krakatau Baja Permata -- perusahaan patungan Karakatau Steel-Grup Salim.

Untuk mendukung kinerja anak buahnya, bapak tiga putri -- Anita Permatasari, Karina Nuritasari dan Mutia Findiasari (10, 9 dan 2,5 tahun) -- buah perkawinannya dengan wanita asal Yogyakarta ini membentuk program Morning Call, pada setiap Senin pukul 08.30 -09.15. "Forum ini untuk mengingatkan kami semua pada komitmen, visi dan target perusahaan. Dialog ini juga terbuka untuk kritik," ungkap pehobi golf, tenis dan berenang yang kerap meninggalkan kantornya ketika malam telah larut ini. "Saya tidak bisa menunda pekerjaan sampai besok," tandasnya. Toh, ia mengaku keluarga tetap prioritas utamanya.(o)

Henni T. Soelaeman, Lily G. Nababan dan Rian Sudiarto

Small business strategic planning and technology transfer: the use of publicly supported technology assistance agencies.: An article from: Journal of Small Business Management by John Masten

ISBN B00093OFO0 - Sell ISBN B00093OFO0

Authors: John Masten, Arief Safari

International Council of Small Business Digital 1995 More Editions of This Book

$5.95 List - Compare Actual Prices on ISBN B00093OFO0 »


sumber: http://www.alumni-tin.org/content/view/46/64/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar